Kado Terbaik itu Keluarga

 Identitas buku:

Judul: Kado Terbaik

Penulis: J.S. Khairen

Penerbit: PT Gramdeia Widiasarana Indonesia

Tebal: 247 halaman

ISBN: 978620529332

Terbit: 2022

Resensiator: Haura Hamidah

Awal kisah novel karya J.S. Khairen yang berjudul Kado Terbaik dibuka dengan menampilkan tokoh pemuda yang bernama Rizki. Rizki adalah anak yatim yang ditinggal mati oleh ayahnya dan ibunya yang membuangya ke Panti Asuhan. Dahulu, kehidupan Rizki yang begitu senang dengan keluarga yang hangat dan utuh, kini sudah hancur. Rizki memiki dua orang adik yang bernama Rizka dan Khanza. Awal mula masuk ke dalam Panti Asuhan, usia Rizki hanyalah berkisar awal belasan, usia Rizka masih anak-anak dan usia Khanza yang masih bayi.

Awal masuk ke dalam Panti, Rizki tidak tahu betul harus bertindak seperti apa. Jika mereka membantah perintah Pak Tono, pemilik Panti, maka mereka akan dipukuli hingga memerah. Bahkan, jika mereka menangis, hukuman yang diberikan akan lebih ganas. Tampak dari luar bangunan Panti Asuhan itu terlihat nyaman. Namun, tempat itu ternyata hanyalah tampak dari luar saja.

Ayah Rizki terbunuh karena tertembak. Ayahnya adalah seorang pengedar barang haram. Ibunya yang tidak terima dengan kejadian tersebut lantas membuang anaknya ke Panti Asuhan dan kabur. Rizzki yang masih kecil dan tidak tahu harus pergi kemana. Di Panti, tempat yang dikira nyaman dan aman, malah sebaliknya. Tempat itu adalah neraka penyiksaan bagi anak-anak Panti. Pak Tono dan istrinya mempekerjakan mereka sebagai pengemis di tepi jalan. Bahkan, ada yang bekerja jadi maling.

Rizki dan adik-adiknya terpaksa tinggal di Panti Asuhan tersebut, lantaran mereka sudah tidak punya orang tua ataupun rumah lagi. Mereka terpaksa mengikuti perintah Pak Tono demi bisa menyambung hidup. Namun, Rizki tidak ingin melakukan pekerjaanyang dianggapnya kotor tersebut. Dia ingin pergi dari Panti Asuhan tersebut, mencari pekerjaan, dan membawa adiknya bersamanya. Akankah Rizki dapat melakukan semua itu? Begitu banyak ujian yang dilaluinya. Apalgi dunia keras di kota yang menunggunya.

Novel ini berhasil membuat penulis merasakan betul arti keluarga itu. Keluarga yang perlu dipertahankan. Perlu mengikhlaskan keluarga yang telah pergi. Rasa ikhls dan rela dengan masa lalu tersebutlah yang mampu membuat kita menjadi kuat untuk hidup seterusnya. Rasa ikhlas dan rela dengan kejadian masa lalu. Itulah yang penulisa dapatkan dari cerita novel ini. Belum lagi kata-kata dan kutipan yang ditulis oleh penulis novel, J.S Khairen yang begitu neyentuh hati.

Selamat Membaca!

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lapek Bugih, Kudapan Manis Berbahan Dasar Tepung Ketan